<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-721501555318388118</id><updated>2012-02-17T10:03:40.598+07:00</updated><title type='text'>KUMPULAN ARTIKEL ISLAMI</title><subtitle type='html'>Mendidik manusia menuju jalan yang lurus...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://yanto-islami.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/721501555318388118/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yanto-islami.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Yanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03183986991662641677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_aBwvpnSo8_Q/Sa3191enKEI/AAAAAAAAAI0/LxZj7vLPmm0/S220/IAnto7.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>3</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-721501555318388118.post-9064902604914881495</id><published>2009-12-07T23:49:00.005+07:00</published><updated>2009-12-08T00:05:26.826+07:00</updated><title type='text'>BANGSA INDONESIA YANG SEBENARNYA</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BAB I&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PANDANGAN UMUM TENTANG ESTAPETA KEPEMIMPINAN DAN ESTAPETA PERJUANGAN PENEGAK DIIN DI INDONESIA &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A.  PENDAHULUAN.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Negara Islam Indonesia yang diproklamirkan 7 Agustus 1949 perjuanganya terus berlanjut.Jelas,semangkin lama semangkin menggelora..Hal ini didasari keyakinan yang kuat akan kewajiban mentegakan LI’I’ILA’I KALIMATILLAH atau mentegakan DIIN atau IZHARUDDIN yang secara estpet secara terus menerus tiada terputus dan terhenti dipikulkan kepada para rosulnya  kholifah dan hambaNYA,sebagaimana difirmankanNYa;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dia telah mensyari'atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa Yaitu: Tegakkanlah agama[1340] dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya)."(QS 42;13 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dialah yang telah mengutus RasulNya (dengan membawa) petunjuk (Al-Quran) dan agama yang benar untuk dimenangkanNya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai." (QS 9 :33 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai Daud, Sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, Maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat darin jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai  bagian dari warga Negara berjuang,hati  berkecamuk antara haru dan bersyukur.Di satu sisi terharu,betapa banyaknya hati hati yang tulus,jiwa jiwa yang hanif menyambut proklamasi Negara Islam Indonesia,walaupun mereka tidak secara langsung dilahirkan dari rahim NII.Disisi lain juga prihatin,karma kebanyakan mereka tidak mendapat inpormasi  dari tangan pemerintah berjuang yang legitimate,sehingga seringkali informasi tersebut bisa dan multi tafsir.Dan jika dibiarkan,bisa membuat arah perjuangan tidak focus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.  Misi Para Nabi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Para nabi datang bukan sekedar untuk memperkenalkan pada manusia bahwa yang menciptakan mereka adalah ALLAH,tetapi juga mengajak manusia untuk menerima kedaulatan ALLAH atas mereka.Menerima ALLAH sebagai Robbun-Nas (Pencipta,Pemelihara,Pengatur,dan Penata hidup manusia),Malikun-Nas (Raja dan pemilik kerajaan yang semua manusia harus tunduk  di bawah duli titah-NYa,serta setiaa kepada perintah keraajaan –Nya serata menolak setiap kekuasaan yang memberontak pada kerajaann-Nya).serta Ilahin-Nas(Pusat kecintaan dan kewsetiaan,sentral  pengabdian dan pengagungan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Katakanlah: "Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.&lt;br /&gt;2. raja manusia.&lt;br /&gt;3. sembahan manusia.(Qs 114:1,2,3 ),&lt;br /&gt;Para rosul mengajak manusia untuk menyadari bahwa manusia bukan menetap di tanah kosong tanpa pemilik dan tanpa aturan,tetapi mereka tinggal di wilayah kerajaan Allah. Disadari atau tidak,mereka adalah penduduk Kerajaan Allah,mereka tinggal dalam daerah wewenang kekuasaan hukum Allah,sehingga minimal mereka wajib taat kepada aturan pemilik tanah ini ,Maksimal menjadi apaarat yang menjamin keberlangsungan tertib hukum ALLOH DI Wilayah kerajaan –Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Katakanlah: "Hai manusia Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, Yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, yang menghidupkan dan mematikan, Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang Ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah Dia, supaya kamu mendapat petunjuk".(Qs 7:158)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa yang telah mendengar seruan  rosul duta kerajaan Allah tetapi &lt;span class="fullpost"&gt;tetap mengikuti pimpinan kaum pembangkang(thogut) yang memberontak kerajaan Allah,maka terlepaslah ia dari jalan hidayah dan terjerembab kedalam jurang kesesatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"dan sungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut[826] itu", Maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya[826]. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul)."(QS An-nahl ayat 36)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.  Ummat Yang Riil&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Kita  perhatikan sekilas perjalanaan RasuluLLah  S.A.W.Beliau mengajak kaum Quraisy untuk msuk Islam didahului dengan  penanamam aqidah Islam yang di serunya.Sehingga bila masuk Islam,mewujudkan keislamanan  yang terisi oleh  pengertian Islam itu.Mengucapkan kalimat Syahadat berarti masuk kedalam barisan jihad.Karena itu  harus  ada persaksian dari aparat pemimpin Islam.Jadi8 ketika mengucapkan  Syahadat di hadapan saksi saksi,ketika itu pula  mereka telah memisahkan diri dari yang bathil,serta sadar bahwa dirinya mendapat tugas un tuk mereali0sasikan kandungan syahadatain,bahkan sanggup berkorban untuk membuktikan kesanggupan syahadatnya.&lt;br /&gt;Dalam mewujudkan apa yang diperintahkan Allah,mereka tidak berkompromi dengan golongn musyrikin.Sehingga Ummat itu tidak mengharapkan pembagian materi dari pengusa jahiliyyah.Semua sadar bahwa yang dimiliki  oleh muslimin pada waktu itu bukan kemewahan hidup,melainkan “hanya keyakinan”terhadap ajaran ajaran  Islam.Sadar pula  bahwa menjadi seorang muslim itu bearti masuk kedalam penderitaan,rela akan hadapi pengorbanan akibat tekanan musuh.maka,bagi mereka tiada tempat berjuang merebut kedudukan,apalagi gaji dari penguasa thogut Demiki9anlah keislaman yang penuh dengan kesungguh sungguhan dari anggota Islam yang riil.&lt;br /&gt;Faktor lain yang membuat anggota jamaah yang riil,bukansaja karena terhadap kebenaran Islam,tetapi juga adanya ikatan antara yangdipimpin dan yang memimpin.Sudah tentu yang dimaksud dengan ’’íkatan” di sini bukanlah suatu ikatan resmi yng harus diketahui oleh pemerintah musyrik atau kafir,disana pusatnya disini  rantingnya.melainkan,suatu ikatan bathin yang dijalani dengan janji (ba’iat)antara yang memimpin dan yang dipimpin.Dan diperkokoh dengan silaturrahmi antara mereka.Pemimpin harus menyaksikan kekuatan kongkrit dari yang dipimpin.Kita perhatikan pirman Allah dalam  surah Albaqoroh ayat143:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan[95] agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. …………."(Qs Albaqoroh 143)&lt;br /&gt;Dengan demikian ,maka seorang menjadi mu’min tidak sekedar meyakini ajaran Islam saja,tetapi harus pula menyatakan keislamannya dihadaapan pemimpin terdekat.Telah dicatat dalam sejarah,Umar bin Khottob mendapat mandate dari majlis permusyawaratan Quraisy untuk mengeksekusi nabi Muhammad S,A.W.Namun,sementara niatnya diurungkan,saat dalam perjalanannya ada yang memberi tahukan kepadanya bahwa adiknya (  Fatimah bin Khottob) telah masuk Islam.Saat ia menjump[ai Fatimah  yang sedang membaca beberapa ayat Al-Qur’an lalu umar  mencekik leher dan membanting Sa’d suami  Fatimah,bahkan meninju muka adiknya sendiri,Untuk sementara Umar  tertegun melihat tulisan  beriwsi ayat-ayat Qur’an,sadarlah  Dia dan berteriak “Asyhadu an laa ilaha illalolah wa asyhadu anna Muhammad rosulullah.&lt;br /&gt;Sesudah dirinya bersyahadah bdirumah adiiknya,mengakui kebenaran Islam ,Ia pun pergi  menemui Nabi Muhammad S.A.W. untuk menyatakan diri masuk islam serta mengucapkan dua kalimat syahadat di hadapan nabi  (Pemimpin).Adapun yang di ucapkan olehnya dihadapan adiknya tadi,hanyalah merupakan  pengakuan diri akan kebenaran islam.Ia baru mengakui  bahwqa yang harus disembah itu hanya Allah,dan bari mengakui Muhammad adalah Rosulullah.Sadar  bahwa keislaman itu harus dalam segalanya,mencakup darah ,dan  daging,,siap menyebrang kebarisan pengemban yang haq.juga,siap menanggung resikonya dicap sebagai musuh pihak musyrikin.&lt;br /&gt;Pribadi Umar menyadari betul  bahwa menjadi musliimin itu berarti sekaligus memisahkan yang haq dari yang athil,juga harus mempunyai pemimpin tersendiri di luar kepemimpinan non Islam. Sebab itulah Umar mendatangi Muhammad supaya nyata dirinya sebagai anggota penegak undang-undang Allah dimuka bumi.Maka siaplah dalam  menghadapi kekuatan musuh.Serta siap pula menghadapi segala unsure yang membatalkan syahadatnya.&lt;br /&gt;Bagi pribadi  yang mengucapkan kalimat  tauhid serta menyadari resikonya dan disaksikan oleh para penegak kebenaraan ilahi,maka sama dengan yang menyerahkan formulir selaku aparat  kerajaan  Allah yang di wakilkan  kepada hambaNya di muka bumi,dan berarti telah berjanji setia  menyerahkan jiwa raga untuk bertugas sesuai dengan aturan Al-Qur’an dan Hadits,sebagai undang-undang dasar kerajaanNYa&lt;br /&gt;Nyatalah sudah merupakan konsekwensi logis manakala seseorang menyatakan dirinya muslim,maka ia harus menggabungkan dirinya  dalam barisan mu’min,dan tidak sekali-kali mengutamakan kepemimpinan non  ISLAM .Dalam arti masuk atau bergabung didalamnya,dengan meninggalkan struktur kepemimpinan mu’min sebagaimana difirmankan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali[192] dengan meninggalkan orang-orang mukmin. barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. dan hanya kepada Allah kembali (mu)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[192] Wali jamaknya auliyaa: berarti teman yang akrab, juga berarti pemimpin, pelindung atau penolong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menelaah cuplikan sejarah Umar bin Khottob,kita menoleh pada situasi  yang telah terpisah daro zaman kejayaan ummat Islam tempo dulu.Maka kita faham bila dewasa ini ada yang berbeda  jauh dengan dahulu.Maka kita faham bila dewasa ini ada yang hanya asyik mengkritik kehidupan penguasa thogut tanpa mengadakan “Baro’ ‘ kepadanya,sebagaimana disinyalir oleh  Allah dal Qur’an suroh  yusuf ayat  106:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"dan sebahagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam Keadaan mempersekutukan Allah (dengan sembahan-sembahan lain)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3.  Penentuan Siapa Kawan Dan Siapa Lawan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Menegakan kekuasaan Islam haruslah didahului dengan tekad berpisah dari struktur kebathilan sehingga terjadi  furqon yang nyata.,siapa kawan dan siapa lawan.Nyata pula apa yang harus dihancurkan dan apa yang harus di tegakan juga nyata siapa yang harus di bela dan siapa yang harus bunuh.Sebagaimana telah terjadi pada perang badar di mana terdapatbbeberapa orang pemuda yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sudah masuk Islam di kota Mekkah,tetapi tidak ikut Hijrah kemudian dipaksa oleh abu Jahal,untuk ikut menyerang muslimin di madinah.Ketika  berkecamuk perang,maka merekaq tebunuh oleh  tentara Islam,maka Allah menyatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan Malaikat dalam Keadaan Menganiaya diri sendiri[342], (kepada mereka) Malaikat bertanya : "Dalam Keadaan bagaimana kamu ini?". mereka menjawab: "Adalah Kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah)". Para Malaikat berkata: "Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?". orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[342] Yang dimaksud dengan orang yang Menganiaya diri sendiri di sini, ialah orang-orang muslimin Mekah yang tidak mau hijrah bersama Nabi sedangkan mereka sanggup. mereka ditindas dan dipaksa oleh orang-orang kafir ikut bersama mereka pergi ke perang Badar; akhirnya di antara mereka ada yang terbunuh dalam peperangan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi hijrah adalah realisasi dari furqon,ya’ni menyatakan mana kawan mana lawan,kemana ‘Asyidda kemana Ruhama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertoIongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itu satu sama lain lindung-melindungi[624]. dan (terhadap) orang-orang yang beriman, tetapi belum berhijrah, Maka tidak ada kewajiban sedikitpun atasmu melindungi mereka, sebelum mereka berhijrah……………"(Qs 8 :74 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka Itulah orang-orang yang benar-benar beriman. mereka memperoleh ampunan dan rezki (nikmat) yang mulia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan Dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka……"(Qs 48 :29).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan  Indonesia dewasa ini telah dinyatakan mayoritas mengaku Islam.Pasti dari jumlah itu masih campur aduk,diantaranya qada yang ikut-ikutan Pancasilais bahkan komunis dan sebaginya karma arus situasi.Sungguh dalam keadaan semacam itu sukar bagi kita mengatasinya bila tanpa tekad memisahkan mana yang telah memihak kebenaran Islam,mana pula yang masih memihak dan memndukung ideology –diluar Islam.Untuk itu membutuhkan Furqon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4.  Konsekwensi Furqon&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Menegakan hukum islam secara totalitas (Kaffah),tidak luput dari ber jihad  fisabili;llah.Ya’ni bejihad dibawah komando perang menghadapi ancaman dari  musuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas."(Qs 2 :190 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena Sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah."(Qs 4 :76 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"…………, Maka perangilah pemimpin-pemimpin orang-orang kafir itu, karena Sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang (yang tidak dapat dipegang) janjinya, agar supaya mereka berhenti."(Qs 9 :12 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"perangilah mereka, niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman." (Qs 9 :14 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari Kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (Yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah[638] dengan patuh sedang mereka dalam Keadaan tunduk."(Qs 9 :29).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5.  Memiliki Pemimpin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Komitmen kepada  kepemimpinan yang haq  itu wqajib,meski berada di wilayah yang dikuasai pemerintahan musyrik,Contohnya Nabi Ibrahim,Nabi Zakaria,dan Nabi Musa,mereka dikejar-kejar  oleh pemerintah musyrik karena berada di wilayah musyrik.Kita mesti berada  paqda posisi yang haq dan syarat untuk itu harus berjihad menegakannya.sedangkan syarat berjihad guna menegakan itu ialah didahului  dengan komitmen atau berbaiat(berjanji) untuk taat kepada kepemimpinannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat ! kalau untuk berbaiat menunggu kepemimpinan haq itu berkuasa sehingga memiliki wilayah de facto(futuh),maka itu bukanlah  berjihad melainkan menunggu hasil.Dan hal demikian tidak didapat dalam Al-Qur’an dan sunnah.Bahkan sangat terhina !!!.Sewaktu Nabi Muhammad  S.A.W. masih berada di Mekkah semua ummatnya berada edi wilayah yang dikuasai oleh Abu jahal,mereka tidak berbaiat kepada Abu Jahal,begitu pula yang berada di negri Habsyi,tidak berbaiat kepada  penguasa Habsyi.Ikatan  berbaiatnya tetap berlanjut walau Nabi tidak di negri habsyi.&lt;br /&gt;Kewajiban berbaiat kepada kepemimpinan yang haq tidak mesti berada di wilayah yang de pacto.Buktinya,setelah ditandatangani Perjanjian Hudaibiyah,pada ahir  tahun kelima hijriyah,ada sekumpulan  muslimin yang berada diwilayah kekuasaan pemerintah musyrikin.Pada waktu itu  Abu Abas bin Abdul Muttolib ditugaskan Rosulullah mengawasi kota Mekah.Dari hari ke hari secara diam-diam jumlah mereka  semangkin bertambah.Hal ini diketahui karma secara  rahasia banyak datang berbaiat masuk Islam diorganisir oleh sahabat yang ditugaskan di kota Mekah,karma tidak boleh menuju Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjadi Mujahidin NII harus berbai’at dihadapan  pemimpin atau aparat NII.Dasar-dasarnya adalah:&lt;br /&gt;a)Negara Islam Indonesia 7 Agustus 1949 satu-satunya wadah penegak hukum Islam secara total (kaffah/sempurna) di Indonesia yang dalam proklamasinya menyatakan hukum yang berlaku atas Negara Islam Indonesia itu,ialah hukum Islam.Dengan itu bagi yang berbaia’at kepada NII berarti sudah baro’ah (lepas) dari keterlibatannya dengan hukum-hukum kafir.Dan berarti juga telah siap menjual diri kepada Allah dengan berperang menumpas kekuatan thogut dalam versi apapun dan  dari manapun yang mengancam NII.&lt;br /&gt;b)Merujuk kepada petiken ayat dalam Qur’an suroh Al-Baqoroh ayat 143:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. ………."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Petikan ayat di atas di fahami bahwa sebagai mujahid,posisi dirinta harus real (jelas).Artinysa ,harus jelas diketahui oleh pimpinannya,berarti harus ada persaksian kepada dirinya,harus jelas sejak kapan dirinya menjadi mujahid.Untuk diketahui oleh pemimpinnya ,maka harus terlebih dahulu berbai’at dihadapan pemimpin.Sebagaimana halnya pada zaman Nabi SAW terjadi bai’at Aqobah pertama dan bai’at Aqobah kedua. Atas dasar itu maka bagi yang alkan menjadi mujahid  atau warga NII dewasa ini pun harus tewrlebih dahulu  bai’at sehingga diketahui kekuatan riil dari personal tentara Islam Indonesia oleh aparat/pemimpin (ulil amri) NII/&lt;br /&gt;c-  Maklumat komandemen tertinggi  No 6 tahun  1953.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6.  Hadirnya  Negara Islam Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tegaknya Daulah Islamiyah didahului proklamasi dan akan menimbulkan ekses revolusi yang menimbulkan goncangan jiwa.Hal itu tidak mengurangi  kita berjihad mendhohirkannya.Hal itu disadari bahwa pertarungan kekuasaan di negri manapun bisa menimbulkan ekses revolusi yang kadarnya sesuai dengan bentuk revolusinya.Hal demikian tidak hanya terjadi pada orang yang sudah baro’ah,ya’ni antara  bathil melawan  yang bathil juga bisa terjadi ekses revolusi.Contohnya anda perhatikan bagaimana Revolusu Perancis dan Revolusi Bolsyavik 1917.Logikanya antar sesame ideology  non Islam pun bisa terjadi revolusi,bagaimana tidak  akan terjadi revolusi antara Al Haq melawan yang Al Bathil ?&lt;br /&gt;Jadi sekalipun orang meenghindar dari revolusi,ia tetap akan datang sebab dunia ini tempat  pertarungan ideology. Perhatikan firman Allah yang berbunyi (QS. 7:24):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allah berfirman: "Turunlah kamu sekalian, sebahagian kamu menjadi musuh bagi sebahagian yang lain. dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan (tempat mencari kehidupan) di muka bumi sampai waktu yang telah ditentukan".(Qs 7 :24 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dari ayat diatas diambil makna bahwa dunia ini tidak terlepas dari adanya pertikayan antara barisan yang taat sepenuhnya kepada Allah  dengan barisan yang mengikuti Iblis ysng pada klimaksnya terjadilah revolusi.Sebab sesuai dengan janjinya Iblis akan terus bergerak memproduksi syetan syetan dari jenis manusia guna menantang barisan yang benar benar taat kepada Allah S.W.T;.&lt;br /&gt; Perjuangan merupakan proses menuju kemenangan.Maka perjuangan Negara Islam Indonesia 7 Agustus 1949 pun pada  akhirnya akan memperoleh kemenangan de facto.dasarnya adalah::&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan aku. dan Barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, Maka mereka Itulah orang-orang yang fasik."(Qs 24 :55 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Dari ayat diatas difahami bahwa untuk memperoleh kekuasaan (kemenangan de facto /Futuh) akhirnya akan tercapai. Hanya kapan waktunya tidak ditentukan sebab ayat diatas menyebutkan  minkum(diantara kamu sekalian),ya’ni sdari orang-orang beriman.Dikaitkan perjuangan NII,kemenangan(futuh) perjuangan NII tidak mesti dial;ami oleh mujahid yang sedang memperjuangkannya melainkan bisa jadi generasi penerusnya.Bisa saja kemennangan itu dialami kita jika Allah mengizinkan sebab Allah maha kuasa.Apabila kekuasaan belum juga diperoleh karma tutup usia maka kita tetap bersyukur telah menunaikan tugas MENGESTAPETAKAN perjuangan kepaeda generasi penerus kita .Tidaklah rugi sebab yang kita tuju adalah amal sholeh sehingga bernilai ibadah kepada Allah.Para mujahid terdahulu yang benar-benar ikhlas pada hakekatnya sudah berhasil memiliki nilai ibadah berhijrah dan berjihad sehingga menjadi amal sholeh.Adapun kekalahan yang terjadi sudah merupakan program Allah ,karma masa kejayaan dan kekalahan dipergilirkan oleh ALLAH.Lihat firman Allah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, Maka Sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada'[231]. dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim."(Qs 3 :140 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maha benar Allah dengan apa yang difirmankan ,setelah eksis selama kurang lebih 13 tahun maka,ujian itu datang,NII mengalami kekalahan tempur.Disebabkan beberapa hal yang membuat secara kodari Allah  menjadikan  NII kalah dan RIS memenangkan pertempuran.Namun perlu dicatat bahwa dengan kekalahan ini bukan berarti  NII  BUBAR ,karma&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Secara pribadi imam sebelum itu (th 1959) telah mengeluarkan “Wasiat “ yang bebunyi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;WASIAT IMAM NEGARA ISLAM INDONESIA S.M. KARTOSUWIRYO&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Wasiat Imam pada pertemuan dengan para panglima/prajurit (Mujahid) pada tahun 1959 diantaranya bebunyi “Saya (Imam) melihat tanda-tanda bencana angin yang akan menyapu bersih seluruh mujahid kecuali yang tinggal hanya  serah/biji mujahid yang benar2 memperjuangkan /mempertahankan tetap tegaknya Negara Islam Indonesia sebagaimana diproklamasikan tanggal 7 Agustus 1949.Disaat  terjadinya bencana angin tersebut ingatlah akan semua wasiat saya ini :&lt;br /&gt;1.Kawan akan menjadi lawan,dan lawan akan menjdi kawan&lt;br /&gt;2.Panglima akan menjadi Prajurit,Prajurit akan menjadi   Panglima&lt;br /&gt;3.Mujahid akan menjadi luar mujahid,luar mujahid akan menjadi mujahid&lt;br /&gt;4.Jika mujahid telah ingkar,ingatlah !”Itu lebih jahat dari iblis”sebab dia meengetahui                                                                                                                                          strategi rahasia perjuangan kita,sedang musuh tidak mengetahui.Demi kelanjutan tetap b        erdirinya Negara Islam Indonesia,maka tembaklah dia&lt;br /&gt;5.Jika Imam berhalangan,dan kalian terputus dengan Panglima,dan yang tertinggal hanya  Prajurit petit saja,maka prajurit petit harus sanggup tampil jadi Imam.&lt;br /&gt;6.Jika imam menyerah tembaklah saja,sebab itu berarti iblis jika imam memerintahkan terus berjuang,ikutilah saja sebagai hamba Allah SWT.&lt;br /&gt;7.Jika kalian kehilangan syarat berjuang,teruskanlah perjuangan selam panca sila masih ada,         walau gigi tinggal satu,dan gunakan gigi yang satu untuk menggit.&lt;br /&gt;8.Jika kalian masih dalam keadaan jihad,ingatlah rasa aman itu sebagai racun&lt;br /&gt;Diakhir wasiat itu beliau mengatakan “Bila kalian ingin Indonesia ini makmur sentosa dalam          Ridho Alloh,maka lawanlah soekarno.Bila kalian ingi Indonesia makmur sentosa tetapi          dalam laknat Allah,maka tembaklah saya dan berpihaklah dengan soekiarno, mana yang kalian pilih? ketika itu semua perwira  dan prajurit yang tersisa menangis haru dan bertekad bulat untuk tetap berdiri di belakang Imam mempertahankaan NII dari serangan militer RIS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Imam telah mengeluarkan  maklumat dalam MKT No. 11 tahun 1959 tentang estafeta Kepemimpinan dalam darurat perang. Yang diantaranya berbunyi:&lt;br /&gt;“K.P.S.I.dipimpin langsung oledh Imam plm.T.APNII.Jika karma satu dan lain hal,ia berhalanagan menunaikan tugasnya ,maka ditunjuk dan diangkatlah seorang panglima pengantinya dengan purbawisesa penuh”.&lt;br /&gt;“Calon pengganti panglima perang pusat ini diambil dari dan diantara Angota-anggota KT, twermasuk  didalamnya KSU dan KUKT atau dari dan diantara para panglima  perang yang kedudukannya setarap dengan kedudukan anggota –anggota KT.&lt;br /&gt; Kesimpulan dari pandangan kami kami nyatakan bahwa “estapeta perjuangan dalam mentegakan kedaulatan Allah dimuka bumi khususnya Indonesia bagi berlakunya hukum islam masih bejalan dan tidak terputus.juga estapeta kepemimpinan jamaatul musliumin khususnya di wilayah Indonesia yang riil dalam bentuk NII dan pimpinannya(Imamnya) masih ada dan takterhenti oleh apapun sebab yang di rekayasa oleh musuh-musuh islam dan Negara Islam Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/721501555318388118-9064902604914881495?l=yanto-islami.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yanto-islami.blogspot.com/feeds/9064902604914881495/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yanto-islami.blogspot.com/2009/12/bab-i-pandangan-umum-tentang-estapeta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/721501555318388118/posts/default/9064902604914881495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/721501555318388118/posts/default/9064902604914881495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yanto-islami.blogspot.com/2009/12/bab-i-pandangan-umum-tentang-estapeta.html' title='BANGSA INDONESIA YANG SEBENARNYA'/><author><name>Yanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03183986991662641677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_aBwvpnSo8_Q/Sa3191enKEI/AAAAAAAAAI0/LxZj7vLPmm0/S220/IAnto7.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-721501555318388118.post-7583555450173347067</id><published>2009-12-07T23:24:00.007+07:00</published><updated>2009-12-07T23:48:12.374+07:00</updated><title type='text'>MUHASABAH</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BAB II&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MUHASABAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya di muka bumi ini hanya ada dua jalan (Q.S.90:10),  jika tidak ada pada yang Haq berarti pada jalan yang sesat ( “dholaalah” ). Secara umum posisi Umat Islam Bangsa Indonesia kedalam enam kategori :&lt;br /&gt;1.Posisi Yang Pertama, IKD (Islam  Kodisi  Dikaburkan). Hal tersebut  mengakibatkan “pasif”.&lt;br /&gt;2.Posisi Yang Kedua, I P I ( Islam Pola Ideal ) yang mengakibatkan kompromi.&lt;br /&gt;3.Posisi yang Ketiga, I P K ( Islam Pola Kepuasan ), mengakibatkan “Emosi Temporer (ET)”.&lt;br /&gt;4.Posisi yang Keempat, I.T.S.L.A. ( Islam Tujuan Sistem Lepas Aturan ), mengakibatkan B.P.(Banyak Pimpinan)&lt;br /&gt;5.Posisi yang Kelima, I.S.B.R. (Islam Sistem Baru Rencana), yang  akibatnya “belum jadi”.&lt;br /&gt;6.Posisi yang Keenam, I.S.P.A. ( Islam Sistem Pakai Aturan), menghasilkan pola “Tauhid”&lt;br /&gt;Posisi Yang Pertama, IKD (Islam  Kodisi  Dikaburkan). Hal tersebut  mengakibatkan “pasip”. Mereka ini memiliki hati yang bersih,  ikhlas,  ta’at beribadah sehingga siap menjalankan perintah-perintah Allah semaksimal kemampuan sesuai dengan ilmu yang sudah mereka ketahuinya. Mereka setuju bila seluruh hukum Islam itu berlaku,  hanya tidak tahu jalan harus bagaimana caranya. Sebab,   yang mereka  tahu dan dijadikan rujukan hanyalah kenyataan yang ada sehingga merasa cukup dengan jenis kegiatan yang terlihat biasa.&lt;br /&gt;Umumnya mereka  itu  mengukur keikhlasan orang lain dengan keikhlasan dirinya sendiri. Sehingga percaya bahwa asal saja tokoh atau penguasa yang ngaku Islam di anggapnya tidak memusuhi Islam. Sehingga apa saja yang diomongkan oleh yang menjadi idolanya berpredikat tokoh Islam,  itu pula yang dijadikan pegangannya. Mereka tidak tahu ukuran mana kawan dan mana lawan apalagi musuh Islam. Tahunya cuma taat pada penguasa sebab penguasa juga dianggap sudah Islam. Dengan demikian mereka mudah dikaburkan dari pengertian Islam yang sesungguhnya oleh para penguasa atau oleh para ulama yang menjadi alat penguasa,  sehingga pasip tidak mencari pergerakan Islam, merasa cukup dengan menyerah kepada keadaan. Itulah sebabnya disebut “I K D”. Kepasippan mereka hanya karena dikaburkan,  risalah  yang hak pun belum sampai sehingga masih dalam kegelapan.&lt;br /&gt;Namun,  bilamana suatu waktu risalah kebenaran itu sudah sampai kepada mereka,  dan masih juga tidak merubah sikap,  maka kegelapan itu akan menjadi kesesatan bagi diri mereka. Dan bisa jadi sebagaimana orang-orang yang keadaannya menganiaya diri sendiri ( Q.S.4 An Nisa:97).&lt;br /&gt;Posisi Yang Kedua, I P I ( Islam Pola Ideal ) yang mengakibatkan kompromi. Yang pertama (IKD) pun sama kompromi hanya  diam. Sedangkan yang kedua ini  tidak tinggal diam, melainkan berusaha mencari wadah perjuangan dan memilihnya  sesuai dengan “ideal” atau pemikirannya,  bila perlu membentuknya yang baru. Disebabkan &lt;span class="fullpost"&gt;pilihan dasarnya ialah ideal, maka jelas wadah itu masih dalam sistem Pemerintah RI. Tentu,  mereka  yang masuk kedalam wadah-wadah yang mengatas-namakan Islam yang  dilegalisir oleh Pemerintah RI itu macam-macam tujuan dan motivasinya. Namun,  secara keseluruhan menggunakan pola ideal.&lt;br /&gt;Pola pikir ideal  dalam hal ini, yaitu yang berjuang menurut cara yang dianggap ideal bagi dirinya. Dalam perjuangannya itu,  berpikir mana yang enak,  tidak ada risiko ancaman fisik dari musuh,  bahkan dengan cara itu sebagiannya memperoleh imbalan gaji atau tunjangan lainnya dari pemerintah yang menjegal perjuangan tegaknya Daulah Islamiyyah. Tegasnya,  bahwa perjuangan dengan pola ideal itu dalam bentuk kompromi. Sehingga terjadi interaksi antara mereka dengan aparatur pemerintah R I.&lt;br /&gt;Jelasnya, bawa perjuangan pola ideal itu ialah berjuang,  tapi menurut cara yang  dianggap enaknya. Perhatikan ayat yang bunyinya:&lt;br /&gt;“Kalau yang kamu serukan kepada mereka itu keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak berapa jauh,  pastilah mereka mengikutimu,  tetapi tempat yang dituju itu amat jauh terasa oleh mereka. Mereka akan bersumpah dengan (nama) Allah:”Jika kami sanggup tentulah kami berangkat bersamamu”. Mereka membinasakan diri mereka sendiri; dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya mereka benar-benar orang yang berdusta.”(Q.S.9 At-Taubah:42).&lt;br /&gt;Secara umum bahwa yang memasuki posisi kedua ini ialah karena berpola ideal,  mencari enaknya, tetapi secara khusus banyak juga yang memasuki posisi kedua ini,  didasari ijtihad yang diperolehnya,  karena belum mengetahui atau belum memahami cara perjuangan yang sesungguhnya menurut Islam. Niat dan Iktikadnya ikhlas untuk membela Islam sesuai dengan wawasan yang diperolehnya  sementara belum mengetahui yang lainnya yang lebih dimengerti olehnya, hal itu  suatu  yang dapat dimaklumi. Tentu,  apabila suatu waktu datang wawasan keilmuan mengenai pemisahan antara haq dan bathil,  maka dengan keikhlasannya itu akan segera menentukan sikapnya. Tetapi,  jika masih tetap saja begitu,  tidak komitmen kepada yang hak maka persoalannya bukan lagi keihlasan,  melainkan bisa terbawa kepada “Kamaa kafaruu fatakuunuuna sawaa-an.”(Q.S.4:89).&lt;br /&gt;Posisi yang Ketiga, I P K ( Islam Pola Kepuasan ), mengakibatkan “Emosi Temporer (ET)”. Mereka yang ada dalam posisi IPK ada sebagiannya yang berkeinginan  untuk menegakkan hukum Islam secara keseluruhan di bumi nusantara Indonesia ini. Mereka tidak mau seperti I K D yang berdiam diri menyerah kepada keadaan dengan mengandalkan tokoh-tokoh yang “ yes men” kepada pemerintah R I.  Juga,  tidak mau seperti I P I  yang kegiatannya terikat resmi tercatat dalam birokrasi. Sebab itu umumnya mereka tidak percaya terhadap IPI yang dianggap selalu kompromi dengan pemerintah R I.&lt;br /&gt;Jelasnya, kegiatan I P K itu berdiri di luar organisasi yang resmi. Mereka tidak memiliki kepemimpinan yang resmi,  umumnya merasa  belum punya pemimpin. Pertemuan antara mereka atas dasar kesetiakawanan,  artinya bukan atas dasar tugas dari pimpinan,  karena itu kegiatan mereka pun informal dan insidental,  yang umumnya sebatas informasi dan diskusi.&lt;br /&gt;Walaupun kegiatan mereka itu tidak resmi,  juga tidak jelas posisi struktur kepemimpinannya,  dalam arti sama, tidak ada bawahan dan atasan,dan tidak terdaftar dalam agenda birokrasi,  namun I P K itu tetap berada dalam sistem pemerintah R I,  sama halnya dengan IKD dan I PI. Adapun bedanya, I P K ini merasa “tidak puas” dengan sikap-sikap dari pemerintah RI yang dianggapnya tidak sesuai dengan norma-norma agama Islam. Misalnya,  dekadensi moral,  hak azasi,  kolusi dalam birokrasi,  azas tunggal,  demokrasi yang tidak murni dsb.&lt;br /&gt;Mereka mengira bahwa hukum Islam bisa diberlakukan di Indonesia,  tanpa penggantian sistem negara,  dan mengira pula bahwa pemerintah R I juga bisa mematuhi kehendak umat Islam  bilamana umat Islam mengajukan tuntutannya. Sebab itu aktifitas yang menonjol dalam I P K itu ialah menggerakkan masa untuk mengambil perhatian penguasa agar mengabulkan tuntutannya. Disebabkan gerakan masa itu hanya sekedar protes sewaktu-waktu,  dan tidak di bawah komando struktur  yang riil,  melainkan hanya didasari spontanitas,  maka kelanjutannya pun hanya merupakan “emosi temporer”. Sebab,  masa yang digerakkannya pun umumnya ialah masa yang terbakar hasutan-hasutan secara spontanitas.&lt;br /&gt;Begitu pula I P K ( Islam Pola Kepuasan),  yang merasa berjuang  yang katanya sebagai “presser group” terhadap pemerintah RI  akhirnya tetap saja seperti begitu,  merupakan “emosi temporer”,  karena dalam sistem yang sama. Walaupun terlihatnya keras,  namun tindakannya itu hanya sekedar “ngambek”, yang tidak lepas dari sistem pemerintah  RI. Dengan demikian IPK itu nilainya sama dengan I KD,  dan IPI,  yaitu  ” yang mengambil golongan kafir sebagai pemimpin (lihat Q.S.4 An-Nisa 139).&lt;br /&gt;Apabila yang mereka lakukan itu,  karena masih dalam kegelapan (ketidaktahuan) mengenai jalan perjuangan yang sebenarnya menurut Islam,  artinya belum sampai kepada mereka risalah kebenaran Negara Islam Indonesia,  maka secara iktikad dan niat mereka dapat dimaklumi. Akan tetapi,  jika kepada mereka itu sudah datang “bayyinah”(penjelasan) mengenai Kebenaran N I  I,  tetapi masih saja mereka memihak Pemerintah RI,  maka keadaan mereka sama halnya “kamaa kafaruu fatakuunuuna sawaa-an”(Q.S4:89). Atau bisa menjadi zhaalimii anfusihim (Q.S.4:94).&lt;br /&gt;Posisi yang Keempat, I.T.S.L.A. ( Islam Tujuan Sistem Lepas Aturan ), mengakibatkan B.P.(Banyak Pimpinan). Menyebutnya “sistem” karena mengatas-namakan NII (Negara Islam Indonesia),  proklamasi 7Agustus 1949 yang mana N I I itu merupakan “sistem”. Adapun disebut “lepas aturan”, karena mereka menamakan dirinya NII,  tetapi melepaskan aturannya. Artinya,  tidak didasari undang-undang,  seperti halnya mengenai pengangkatan pemimpin tertingginya.  Pengangkatan pemimpin yang tidak berdasarkan undang-undang,  yakni  tidak  sesuai dengan yang tercantum dalam Kanun Asasy dan PDB (Pedoman Darma Bhakti), maka mengakibatkan banyak pemimpin. Sebab,  tanpa undang-undang,   berarti siapa pun boleh merasa berhak diangkat dan mengangkat. Sebab itu tidak aneh bila dalam kondisi masih banyak yang tidak tahu aturan atau sengaja tidak mau pakai peraturan,  banyak yang masih binggung mengenai mana pemimpin N I I yang sesungguhnya. Sebab itu pula posisi mereka disebut  “ ITSLA”.&lt;br /&gt;Untuk kembali kepada undang-undang NII akan sulit,  jika tidak didasari hati yang  ikhlas karena Allah,  sebab tidak semua yang kedatangan yang haq lalu menerimanya,  melainkan ada yang menolaknya,  karena sudah merasa cukup dengan ilmu yang ada pada mereka. Perhatikan ayat  yang bunyinya:&lt;br /&gt;“Maka tatkala datang kepada mereka rasul-rasul (yang diutus kepada) mereka dengan membawa keterangan-keterangan,  mereka merasa senang dengan pengetahuan yang ada pada mereka dan mereka dikepung oleh azab Allah yang selalu mereka perolok-olokkan.”(Q.S.40 Al-Mu’min).&lt;br /&gt;Akan tetapi,  bagi yang hatinya ikhlas karena Allah,  tentu begitu datang bayyinah,  maka segera menyambutnya,  sebab ingat kepada peringatan dari Allah SWT yang bunyi-Nya:&lt;br /&gt;“Belumkah datang waktunya bagi orang -orang yang beriman,  untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka),  dan supaya mereka jangan seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepada mereka kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang fasik.” (Q.S.57 Al-Hadiid:16 )&lt;br /&gt;Posisi yang Kelima, I.S.B.R. (Islam Sistem Baru Rencana), yang  akibatnya “belum jadi”. Disebut “sistem” karena ingin membuat sistem dari yang sudah ada. Jadi,  mereka juga ingin memisahkan diri dari sistem Pemerintah RI. Adapun disebut  “B R”(baru rencana),  karena secara hukum tidak memiliki sistem,  hanya baru merencanakan. Sedangkan yang namanya baru rencana,  berarti belum ada. Dengan demikian bila diri keburu mati,  maka masih terlibat kepada pengeterapan hukum-hukum kafir. Mereka yang posisinya di ISBR ingin menjalankan hukum-hukum Islam secara kaffah,  tetapi tidak mau dengan nama NII,  melainkan dengan nama lain. Artinya,  tidak merujuk kepada NII Proklamasi 7 Agustu 1949.&lt;br /&gt;Sebenarnya kalau untuk di “luar Indonesia”, memang harus merencanakan tegaknya Daulat Islam tidak usah merujuk kepada NII,  artinya kalau bukan di wilayah yang sudah diadakan Daulah Islamiyyah. Sedangkan di Indonesia ini sudah diadakan Daulah Islamiyyah,  yakni NII,  pada tanggal 7 Agustus 1949 yang estapeta kepemimpinnannya juga terus berlangsung sesuai dengan perundang-undangannya. Jadi,  apabila ada lagi yang mengadakan selain itu,  maka berarti “Bhughot”, dalam arti pemberontak terhadap N I I,  proklamasi 7 Agustus 1949.&lt;br /&gt;Bagi yang memiliki iktikad / niat hati yang ikhlas guna menegakkan hukum-hukum Islam,  sedang posisinya masih berada pada ISBR,  karena belum mengetahui risalah penjelasan kebenaran N I I,  proklamasi 7 Agustus 1949 adalah dimaklumi. Akan tetapi,  bila suatu waktu datang kebenaran NII dengan segala penjelasannya,  sedang dirinya masih saja di ISBR dan tidak mau beralih kepada NII,  maka termasuk kepada yang disebutkan dalam ayat Al Qur’an (Q.S.57Al Hadiid:16)&lt;br /&gt;Posisi yang Keenam, I.S.P.A. ( Islam Sistem Pakai Aturan), menghasilkan pola “Tauhid” sehingga satu N I I satu pimpinan. Disebut “sistem” karena berpijak pada Proklamasi Negara Islam Indonesia,  Proklamasi 7 Agustus 1949,  yang mana NII itu merupakan sistem. Disebut “pakai Aturan”, karena dasar pengangkatan pemimpinnya merujuk kepada peraturan yang tercantum dalam Undang- Undang N I I yaitu Qanun Azasy dan PDB (Pedoman Darma Bhakti) yang merupakan Maklumat-Maklumat Komandemen Tertinggi,  yang diantaranya MKT No:11 tahun 1959.&lt;br /&gt;Disebut “pola tauhid”, karena pola perjuangannya bukan didasari ketidakkepuasan,  bukan pola ideal,  dan bukan  juga kehendak yang tanpa peraturan. Pengangkatan pemimpin/ Imamnya,  bukan karena pandangan ekonomi,  jasa,  turunan,  kekeluargaan,  kesenioran dan sebagainya, melainkan  didasari oleh nilai hukum “peraturan / perundang-undangan“ sehingga bersatu. Jelasnya,  bahwa disebut “pola tauhid” karena berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah Saw serta Undang-Undang NII. Rasulullah Saw membentuk negara (pemerintahan Islam di Madinah),  membuat pula undang-undangnya. Dan ummat diwajibkan mentaatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/721501555318388118-7583555450173347067?l=yanto-islami.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yanto-islami.blogspot.com/feeds/7583555450173347067/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yanto-islami.blogspot.com/2009/12/b-penjelasan-perjuangan-nii-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/721501555318388118/posts/default/7583555450173347067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/721501555318388118/posts/default/7583555450173347067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yanto-islami.blogspot.com/2009/12/b-penjelasan-perjuangan-nii-dan.html' title='MUHASABAH'/><author><name>Yanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03183986991662641677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_aBwvpnSo8_Q/Sa3191enKEI/AAAAAAAAAI0/LxZj7vLPmm0/S220/IAnto7.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-721501555318388118.post-3576013608592849331</id><published>2009-03-21T19:14:00.020+07:00</published><updated>2009-03-22T21:06:05.254+07:00</updated><title type='text'>Pemimpin Adalah Cermin Rakyat</title><content type='html'>Rakyat yang cerdas tidak mungkin memilih pemimpin yang bodoh, dan rakyat yang bersih tidak mungkin memilih pemimpin yang korup. Tetapi sebaliknya bila rakyatnya korup maka pasti yang akan dipilih adalah pemimpin yang korup. Karena itu terpilihnya fir'aun sebagai raja, adalah karena rakyatnya bodoh dan bejat. Sebab siapakah sebenarnya seorang pemimpin, jika ia tidak mendapatkan dukungan, ia sebenarnya tidak berdaya apa-apa. Jika rakyatnya bersatu untuk menyerangnya ia pasti tidak bisa bertahan. Karenanya pemimpin yang korup akan selalu menciptakan lingkungan agar rakyat tetap bodoh. Sebab dengan kebodohannya ia akan lebih lama berkuasa, dan lebih nyaman menikmati kedzalimannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz Sayyid Qutib ketika menafsirkan ayat tentang fir'aun dalam surat An Naziat menjelaskan bahwa sebenarnya fir'aun tidak mempunyai kekuatan sejumlah rakyatnya. Maka jika rakyatnya cerdas, mereka tidak mungkin mengizinkan fir'aun terus berkuasa. Mereka pasti akan segera memberontak atas kedzalimannya. Namun karena mereka bodoh, maka fir'aun merasa  &lt;span class="fullpost"&gt;semakin tinggi. Puncaknya fir'aun menjadi lupa daratan sehingga ia mendeklarasikan dirinya sebagai tuhan. Dia berkata seperti yang Allah SWT rekam dalam surat &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;An Naziat :&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 102, 0); font-weight: bold;"&gt;"ana rabbukumul a'laa".  Saya Tuhan kalian yang tinggi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan betapa seorang pemimpin adalah cerminan rakyat itu sendiri. Jadi sekarang tergantung kita sebagai rakyat, mau memilih pemimpin yang korup atau yang jujur dan adil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat bahwa suara yang kita berikan itu adalah amanah. Bila kita salah menyerahkan amanah, yang sengsara kita juga. Sebaliknya bila kita bersungguh-sungguh untuk menyerahkan amanah itu kepada yang ahlinya, maka kitalah yang akan menikmatinya. Bukan saja kesejahteraan di dunia yang kita dapatkan melainkan lebih dari itu, kita akan mendapatkan pahala yang melimpah karena kita telah mendukung kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini nampak bahwa suara rakyat adalah sangat menentukan terhadap lahirnya seorang pemimpin. Oleh sebab itu, kita sebagai rakyat harusnya bersungguh-sungguh untuk menjadi rakyat yang baik, sebab jika tidak, kita sendiri yang rugi dan sengsara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosulullah SAW bersabda : &lt;span style="color: rgb(255, 102, 0); font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Bahwa seorang mu'min tidak pantas terjatuh ke lubang yang sama dua kali".&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;Maka cukuplah masa lalu kita jadikan pelajaran. Sekarang sudah saatnya kita memilih pemimpin yang benar-benar membawa risalah Allah SWT. Sebab hanya dengan menegakkan ajaran Allah SWT keberkahan akan turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman : &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;"Seandainya penduduk sebuah negeri beriman dan bertaqwa, niscaya akan Kami turunkan keberkahan dari langit dan bumi"&lt;/span&gt;.(Qs Al A'raf : 96).  Berdasarkan hal diatas, jelas bahwa keberkahan yang akan kita raih tergantung perjuangan kita untuk menegakkan ajaran Allah.  Dan untuk itu sungguh sebuah keniscayaan kita memilih seorang pemimpin yang benar-benar membawa keberkahan. Itulah pemimpin yang bersih dan senantiasa mengedepankan risalah Allah SWT sebagai panduannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah telah membuktikan bahwa kisah-kisah pemimpin berhasil seperti yang Allah SWT ceritakan dalam Al Qur'an, misalnya : Nabi Daud as, Nabi Sulaiman as, Dzul Qarnain, itu adalah karena kesungguhan mereka menegakkan ajaran Allah dalam kepemimpinannya. Begitu juga kepemimpinan Rasulullah SAW, yang dilanjutkan Abu bakar As Shidiq, Umar bin Khatab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi thalib, dan Umar bin Abdul aziz. Mereka adalah contoh-contoh yang tidak bisa kita nafikan sebagai puncak pemimpin yang paling berhasil dan sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bila kita teliti kunci utama keberhasilan mereka adalah karena mereka memimpin dengan ketaqwaan. Sebab bila seorang pemimpin bertaqwa ia pasti jujur dan amanah.  Bila seorang pemimpin jujur dan amanah ia pasti akan memberikan yang terbaik kepada rakyat yang dipimpinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya bila seorang pemimpin tidak bertaqwa, ia pasti akan selalu membawa bencana dengan kedzaliman yang ia bangga-banggakan. Kedzaliman adalah sumber kesengsaraan. Karena itu Allah SWT menyebutkan bahwa orang yang paling dzalim adalah  orang yang setelah mendapatkan tuntunan dari Allah malah ia berpaling darinya. mengapa dikatakan dzalim,  karena dengan kedzalimannya tidak saja ia menjadikan dirinya sebagai bahan neraka, melainkan juga dengan kedzalimannya ia membawa ancaman bagi orang lain yang dipimpinnya.&lt;br /&gt;Wallahua'lam bish shawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/721501555318388118-3576013608592849331?l=yanto-islami.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yanto-islami.blogspot.com/feeds/3576013608592849331/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yanto-islami.blogspot.com/2009/03/pemimpin-adalah-cermin-rakyat.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/721501555318388118/posts/default/3576013608592849331'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/721501555318388118/posts/default/3576013608592849331'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yanto-islami.blogspot.com/2009/03/pemimpin-adalah-cermin-rakyat.html' title='Pemimpin Adalah Cermin Rakyat'/><author><name>Yanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03183986991662641677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_aBwvpnSo8_Q/Sa3191enKEI/AAAAAAAAAI0/LxZj7vLPmm0/S220/IAnto7.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
